Senin, 15 Agustus 2011

Pantai dan Tebing Siung

Jogja / Obyek Wisata / Wisata Pantai / Pantai Siung

PANTAI SIUNG - Memiliki 250 Jalur Panjat Tebing

Siung
Album Foto (10 foto)
Pantai Siung kaya akan karang-karang raksasa. Tebing karangnya memiliki 250 jalur pemanjatan, juga tempat tepat untuk menikmati panorama pantai. Ada pula karang menyerupai siung wanara yang menjadi dasar penamaan pantai.


Pantai Siung, Memiliki 250 Jalur Panjat Tebing

Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Colt atau bis dari kota Wonosari biasanya hanya sampai ke wilayah Tepus, itupun mesti menunggu berjam-jam.
Stamina yang prima dan performa kendaraan yang baik adalah modal utama untuk bisa menjangkau pantai ini. Maklum, banyak tantangan yang mesti ditaklukkan, mulai dari tanjakan, tikungan tajam yang kadang disertai turunan hingga panas terik yang menerpa kulit saat melalui jalan yang dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija. Semuanya menghadang sejak di Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang dijumpai) hingga pantainya.
Seolah tak ada pilihan untuk lari dari tantangan itu. Jalur Yogyakarta - Wonosari yang berlanjut ke Jalur Wonosari - Baron dan Baron - Tepus adalah jalur yang paling mudah diakses, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Jalur lain melalui Yogyakarta - Imogiri - Gunung Kidul memiliki tantangan yang lebih berat karena banyak jalan yang berlubang, sementara jalur Wonogiri - Gunung Kidul terlalu jauh bila ditempuh dari kota Yogyakarta.
Seperti sebuah ungkapan, "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian", begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah.Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan.
Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.
Batu karang yang menjadi dasar penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai diambil dari bentuk batu karang yang menurut Wastoyo, seorang sesepuh setempat, menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar yang kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis.
Karang gigi kera yang hingga kini masih tahan dari gerusan ombak lautan ini turut menjadi saksi kejayaan wilayah Siung di masa lalu. Menurut cerita Wastoyo, wilayah Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Di tempat ini pula, berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Kraton Yogyakarta dan Surakarta.
Sebagian besar warga Siung saat itu berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garamnya sebagai sumber penghidupan. Garam yang dihasilkan oleh warga Siung inilah yang saat itu menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun. Meski kaya beragam jenis ikan, tak banyak warga yang berani melaut saat itu. Umumnya, mereka hanya mencari ikan di tepian.
Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, menurut penuturan Wastoyo, diboyong ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau di luar wilayah Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian dan tak banyak lagi orang yang datang ke wilayah ini. Tidak jelas usaha apa yang ditempuh penduduk setempat untuk bertahan hidup.
Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering yang kembali memanfaatkan tebing karang Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi.
Kini, sebanyak 250 jalur pemanjatan terdapat di Pantai Siung, memfasilitasi penggemar olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan masih bisa ditambah, melihat adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur yang ada dengan seijin pembuat jalur sebelumnya. Banyak pihak telah memanfaatkan jalur pemanjatan di pantai ini, seperti sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta yang tengah bersiap melakukan panjat tebing ketika YogYES mengunjungi pantai ini.
Fasilitas lain juga mendukung kegiatan panjat tebing adalah ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga bisa digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam.
Tak jauh dari ground camp, terdapat sebuah rumah panggung kayu yang bisa dimanfaatkan sebagai base camp, sebuah pilihan selain mendirikan tenda. Ukuran base camp cukup besar, cukup untuk 10 - 15 orang. Bentuk rumah panggung membuat mata semakin leluasa menikmati keeksotikan pantai. Cukup dengan berbicara pada warga setempat, mungkin dengan disertai beberapa rupiah, base camp ini sudah bisa digunakan untuk bermalam.
Saat malam atau kala sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akan turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka masih banyak dijumpai di pantai ini. Keberadaan kera ekor panjang ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa batu karang yang menjadi dasar penamaan dipadankan bentuknya dengan gigi kera, bukan jenis hewan lainnya.
Wastoyo mengungkapkan, berdasarkan penuturan para winasih (orang-orang yang mampu membaca masa depan), Pantai Siung akan rejomulyo atau kembali kejayaannya dalam waktu yang tak lama lagi. Semakin banyaknya pengunjung dan popularitasnya sebagai arena panjat tebing menjadi salah satu pertanda bahwa pantai ini sedang menuju kejayaan. Kunjungan wisatawan, termasuk anda, tentu akan semakin mempercepat teraihnya kejayaan itu.

Rabu, 27 Juli 2011

Kualifikasi Panjat Tebing Pra-PON

Putra-Putri Jatim Berjaya di Nomor Lead

image Semarang, CyberNews. Tim putra-putri Jatim berjaya di nomor lead perorangan Kejurnas Panjat Tebing yang berlangsung di wall panjat FPTI Jateng, Jatidiri, Jumat (17/6). Di kelompok putra, pemanjat Jatim Bekti Setyawan tampil sebagai yang terbaik dengan nilai 47.
Di tempat kedua, diraih atlet panjat Jabar, Amri yang membukukan poin 40. Amri unggul tipis atas pemanjat Jateng Marsudin yang mengantongi nilai 39. Adapun dua pemanjat Jateng lainnya Yusak Yulius dan Temi Telliasa hanya berada di peringkat delapan dan sembilan dengan nilai 25 dan 22.
Sukses Jatim di kelompok putra juga diikuti kelompok putri. Pemanjat senior Wilda Baco Ahmad sukses meraih prestasi tertinggi sekaligus menduetkan gelar juara di nomor lead perorangan. Medali perak diraih pemanjat Bali, Nadia Putri Virgitia sedangkan perunggu diraih atlet panjat DKI, Saripah.
Adapun dua finalis lead putri perorangan asal Jateng yakni Harini dan Sudarti hanya mampu menempati peringkat delapan. Sementara di nomor speed record perorangan putra, atlet Jateng Toni Mamiri sukses meraih medali emas. Toni unggul atas dua pemanjat Jatim Aan Aviansa dan Abudzar Yuliyanto yang meraih perak dan perunggu.
Di speed record putri, DKI akhirnya mampu meraih medali emas pertamanya melalui pemanjat Tita Supita. Sementara Santi Wellyanti dari Jateng harus puas meraih perak dan perunggu diraih Tri Adianti dari Sulsel.
Dari enam nomor yang rampung digelar, Jateng masih memimpin perolehan medali sementara dengan tiga emas, satu perak dan satu perunggu. Jatim menguntit di posisi kedua dengan dua emas, satu perak dan dua perunggu. Di tempat ketiga ditempati kontingen DKI dengan satu emas.
(Dian Chandra/CN26)
Kejurnas Panjat Tebing 2010

Perkuat Jateng, Atlet Solo Lolos Penyisihan

image Solo, CyberNews. Dua dari empat alet senior Solo memperkuat Jateng lolos dari babak penyisihan pada Kejurnas Panjat Tebing 2010 di kompleks Pasar Festival Jakarta. Keduanya adalah Marsudin yang menembus semifinal lead perorangan umum putra dan Indah Wati lolos penyisihan boulder umum putri.
Dua lainnya, Eko Prihantoro masih menjalani partai penyisihan nomor speed umum putra dan Bimo Prakoso belum mendapat giliran tampil, Senin (13/12). "Persaingan cukup ketat. Mudah-mudahan para atlet Solo itu mampu menembus final dan meraih medali," kata Ketua Harian Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo, Heri ''Aan'' Kurniawan.
Empat atlet Kota Bengawan tersebut tergabung dalam tim Jateng yang total berawak 20 orang, terdiri atas 16 atlet inti dan empat atlet cadangan. Atlet inti terbagi atas delapan pemanjat tebing putra dan delapan putri.
Mereka bersaing dengan para atlet andal dari berbagai provinsi lain di Tanah Air, pada kejurnas yang digelar mulai Sabtu (11/12) hingga 20 Desember mendatang itu. Selain kelompok senior, ajang resmi nasional tersebut juga memperlombakan kategori yunior yang digelar pada 17-20 Desember.
Aan yang juga menjadi manajer tim yunior mengungkapkan, Jateng akan menurunkan 48 atlet, 24 putra dan 24 putri di kelompok itu. Mereka akan bertarung di nomor lead dan speed pada kelas spider kid A, B dan C, youth A dan B, serta yunior.
Tercatat ada tiga atlet Solo yang akan bersaing, yakni Alfian MF pada nomor lead spider kid A putra, serta Sutrisno dan Dimas Satrio pada lead yunior putra.
"Alfian punya peluang cukup besar merebut medali. Tapi dia bakal menghadapi persaingan ketat dengan atlet-atlet Jatim dan Kaltim yang memiliki banyak atlet potensial di spider kid," ungkap Aan.
(Setyo Wiyono/CN26)
Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing

Jateng Raih Dua Emas dan Dua Perak

image Solo, CyberNews. Dua medali emas dan dua perak diraih para atlet Jateng dalam Kejuaraan Panjat Dinding Buatan Bramatala tingkat nasional di Bandung, 11-14 April lalu.
Medali emas digenggam atlet pelatda jangka panjang (PJP) Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng asal Jepara, Solikhin dan Firma Kartika Dewi (Batang/nonpelatda) dari nomor lead yunior (usia maksimal 19 tahun/U-19) putra dan putri.
Sementara medali perak direbut atlet PJP, M Marsudin (Solo) dan Harini (Sragen) di nomor lead umum putra dan putri. Medali emas kelompok putra diraih Harun Ramadan (pelatda Jabar), sedangkan emas putri digenggam Wilda (pelatnas/pelatda Jatim).
Pelatda Jateng menurunkan enam atletnya untuk bertarung di ajang tersebut. Menurut salah seorang pelatih PJP Krisna Rano, hanya Temi Teli Lasa (Pemalang) yang tidak masuk babak final. "Dua atlet lain, Teguh Imam (Blora) menempati peringkat lima lead umum putra dan Sudarti (Kudus) di peringkat delapan lead umum putri," ungkap Rano.
Pelatih kepala Triyanto Budi Santoso menambahkan, para atlet PJP Jateng memang memanfaatkan event tersebut sebagai ajang uji coba sebelum menghadapi Pra-PON, Juni mendatang. Menurutnya, para penghuni pelatda itu memang hanya diturunkan di nomor lead.
Kendati demikian, Harini dan Sudarti menjajal turun di nomor speed umum putri. "Nomor itu tak bisa rampung hingga final karena hujan terus. Hasil terakhir pada babak kualifikasi, Harini bisa menempati peringkat lima dan Sudarti urutan tujuh," ungkapnya.
(Setyo Wiyono/CN26)
Penuhi Kuota 16 Atlet

Enam Pemanjat Genggam Tiket PON

image Solo, CyberNews. Enam pemanjat tebing dari eks-Karesidenan Surakarta telah menggenggam tiket menuju PON XVIII/2012 di Riau. Mereka adalah atlet Solo, yakni Indah Wati, M Marsudin dan Dimas Satriyo, atlet Karanganyar Muwardi dan Susanti Arfiah, serta atlet Sragen Harini.
Bersama sepuluh atlet dari berbagai daerah lainnya, mereka akan membela tim Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng. "Enam atlet tersebut termasuk dalam 16 atlet yang lolos pada Pra-PON Panjat Tebing di Semarang, 16-22 Juni lalu,'' kata pelatih kepala Pelatda Jangka Panjang (PJP) FPTI Jateng, Triyanto Budi Santoso, Kamis (23/6).
Guru SMPN 3 Jenar Sragen itu mengungkapkan, sebenarnya ada 25 atlet Jateng yang lolos prakualifikasi yang digelar di GOR Jatidiri tersebut. Namun karena kuota maksimal setiap kontingen hanya 16 atlet (delapan putra dan delapan putri), maka sembilan atlet lain termasuk beberapa dari Kota Bengawan yang peringkatnya lebih rendah terpaksa tidak masuk tim inti.
"Kalau enam atlet tersebut masuk karena peringkatnya tinggi dalam Pra-PON lalu. Sebagian besar rata-rata peringkat 4-5 pada masing-masing nomor," tambahnya.
Para atlet itu kini dibebaskan sementara dari arena PJP di GOR Jatidiri. Beberapa di antara mereka akan mengikuti sederet lomba panjat tebing seperti Metala di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mulai Jumat (24/6) dan kejuaraan di Jakarta, awal Juli nanti. "Mereka dijadwalkan kembali lagi bergabung di Pelatda pada 11 Juli mendatang," tutur Triyanto.
(Setyo Wiyono/CN26)

seleknas surabaya

Marsudin dipastikan 80% terpilih dalam ajang seleknas di GOR Kertajaya, Surabaya
Ilus. Timlo.Net/Aji
Marsudin dipastikan 80% terpilih dalam ajang seleknas di GOR Kertajaya, Surabaya
Solo – Salah satu dari tujuh atlet dari pelatda jangka panjang (PJP) Pra-PON Jateng asal Solo, Marsudin, dipastikan terpilih dalam ajang seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di GOR Kertajaya, Surabaya, mulai Selasa (10/5) hingga Jumat  (15/5) mendatang.
“Dengan prestasi dan penampilannya yang stabil, peluangnya untuk terpilih dalam ajang seleknas 80 persen,” tutur salah satu pelatih PJP Panjat Tebing Jateng, Krisna Rano, Selasa sorei.
Lebih lanjut Krisna menuturkan, prestasi terakhir yang ditorekannya menjadikan Marsudin telah menjejakkan salah satu kakinya di Seleknas. Runner up dalam kejuaraan nasional di Bandung beberapa pekan lalu menjadi modal manis baginya.
Dalam seleknas tersebut, Marsudin akan bersaing dengan pemanjat tebing lainnya di kelas Lead dan Boulder putra.
Editor: Marhaendra Wijanarko,

kejuaraan yunior Asia

Subcribe RSSRSS SUARAMERDEKA.COM Follow : Facebook twitter + Indeks Sport

Lain-lain

26 Juli 2011 | 19:37 wib
Share :Facebook Twitter

Empat Pemanjat ke Kejuaraan Yunior Asia

image Solo, CyberNews. Empat pemanjat yunior Jateng berkesempatan berlaga di Singapura. Bersama 12 climber lainnya dari berbagai daerah di Tanah Air, empat wakil Jateng tersebut turun pada Kejuaraan Panjat Tebing bertajuk Asian Youth Championship 2011 di Outdoor Climbing Wall, SAFRA Yishun Adventure Centre, Singapura, Kamis-Sabtu (28-30/7) ini.
Manajer timnas yunior panjat tebing Iik Suryati menyebutkan empat pemanjat asal Jateng dari berbagai kelompok umur (KU) ini terdiri dari Setya Saptarina (Banyumas) yang turun di nomor yunior (kelahiran 1993-1994), Alfian Muhammad Fajri (Solo) dan Ndona Nasugian (Kudus) yang sama-sama di nomor youth B (kelahiran 1997-1998), serta Gresia Widiantini (Kudus) di nomor youth C (KU-13).
"Sejatinya masih ada satu atlet lagi yakni Teguh Imam Febrianto, tapi dia urung kami beratkan karena statusnya memang dari awal hanya sebagai cadangan saja jika keempat pemanjat Jateng lainnya tidak bisa ikut," tutur Iik, Selasa (26/7).
Iik mengaku tak berani membebankan target tinggi kepada seluruh awak timnas pada kejuaraan khusus nomor speed dan lead itu. Hal ini didasarkan dengan tidak terpantaunya persiapan masing-masing pemanjat untuk menghadapi kejuaraan yunior Asia ini.
"Para pemanjat ini kami ambil berdasar hasil kejurnas yunior di Jakarta akhir tahun lalu. Setelah itu, mereka langsung kembali ke daerah masing-masing. Kami pun juga tidak bisa memantau latihan mereka seperti apa di daerahnya," paparnya.
Sementara itu salah satu pelatih kontingen Indonesia Gustadi Awiyatno mengaku, peluang timnas cukup berat dengan melihat ikut sertanya Korsel dan Jepang pada even yang diikuti total 13 negara kawasan Asia itu. Menurutnya, di level yunior dua negara maju itu memang memiliki prestasi mumpuni. "Saat even serupa di Yogya 2007 lalu, keduanya cukup mendominasi," tambah Gustadi.
Meski begitu, pria yang juga pelatih tim panjat tebing Jateng ini mencoba mencari peluang lewat Ndona dan Alfian. "Alfian kami andalkan di nomoor <I>speed<P>. Sedangkan Ndona pada beberapa even sudah mampu bersaing  di kelompok umum," lanjutnya.
(Gading Persada/CN26)

Senin, 18 April 2011

kejuaraan tanjat tebing

Marsudin Raih Perak Kejurnas
Jumat, 15/04/2011 09:00 WIB - Agni Vidya P

SOLO—Atlet panjat tebing asal kota Solo, M Marsudin yang tergabung dalam tim pelatihan jangka panjang (PJP) Panjat Tebing Jateng meraih medali perak dalam Kejuaraan Nasional Panjat Dinding Buatan Bramapala Universitas Widyatama 2011 yang dilangsungkan di Bandung pada Senin-Kamis, (11-14/4) lalu.
Marsudin yang memperkuat tim Jateng tersebut memperoleh peringkat dua untuk kategori lead umum putra. Sementara di kategori lead umum putri, medali perak juga berhasil diamankan oleh awak tim Jateng, Harini. Harini mengaku dalam kejuaraan kali ini, persaingan berjalan dengan cukup ketat. Pasalnya atlet-atlet yang turut serta beberapa merupakan atlet pelatnas. “Persaingannya cukup ketat, beberapa peserta ada yang atlet pelatnas, terutama yang dari Jatim,” jelas Harini ketika dihubungi Joglosemar kemarin, Kamis (14/4).
Menanggapi hasil yang diperolehnya dalam kejuaraan tersebut, Harini mengaku belum puas, namun demikian ia merasa cukup bangga. “Seharusnya saya bisa dapat peringkat lebih baik, karena poin saya dengan peringkat pertama cuma beda tipis,” ungkapnya.
Sementara itu di nomor junior, atlet panjat Jateng berhasil menempati posisi pertama baik untuk putra maupun putri. Nomor junior putra medali emas berhasil diraih Sholihin, sedangkan di nomor junior putri medali emas diraih Firma Kartika Dewi juga dari Jateng.
Sementara pelatih panjat tebing Jawa Tengah, Triyanto Budi Santoso mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh atletnya. “Dengan prestasi ini semoga menambah semangat atlet-atlet Jateng untuk lebih berprestasi lagi. Apalagi Juni mendatang kita menjadi tuan rumah Pra-PON,” ungkapnya. n Agni Vidya P