Selasa, 14 September 2010

she qodox

Lain-lain
21 Agustus 2010 | 16:25 wib
Prodeg Desentralisasi Jateng
Dua Atlet PJP Panjat Tebing Turun Kasta
image

Solo, CyberNews. Dua atlet pelatda jangka panjang (PJP) Panjat Tebing Jateng, turun kasta. Keduanya, Eka Chandra W (Klaten) dan Sholikin (Jepara), bakal terlempar dari atlet lini dua ke lini tiga atau atlet sparing karena prestasinya dinilai menurun.

"Berdasarkan laporan dari tempat-tempat desentralisasi pelatda, keduanya bahkan tidak pernah lagi bergabung dalam latihan bersama. Maka dalam evaluasi catur wulan, keduanya terdegradasi," kata pelatih kepala PJP Panjat Tebing Jateng, Triyanto Budi Santoso, Sabtu (21/8).

PJP yang dimulai sejak 1 April lalu itu diikuti 18 peserta yang terdiri atas sebelas atlet putra dan tujuh putri. Mereka terdesentralisasi pada tiga tempat latihan yakni Semarang, Solo dan Banyumas.

Berdasarkan catatan Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng, Eka Candra mestinya masuk desentralisasi Solo dan Sholikin desentralisasi di kawasan Jatidiri Semarang. "Konsekuensi evaluasi promosi-degradasi (prodeg) itu memang memungkinkan bagi atlet yang prestasinya merosot untuk terlempar," ujarnya.

Sebaliknya, seorang atlet putri yang semula berstatus sparing kini promosi untuk naik ke lini tiga. Atlet tersebut adalah Septia Saptarini, yang turut program desentralisasi di Banyumas.

"Saat ikut kejuaraan terbuka di Amikom Yogyakarta beberapa waktu lalu, Septia menempati peringkat kelima. Dengan demikian, atlet putri yang masuk PJP desentralisasi kini menjadi tujuh orang," ungkap Budi.

Berdasarkan evaluasi selama empat bulan tersebut, kondisi fisik para atlet Jateng belum bagus. Demikian pula tes panjatnya.

"Catatan fisik dan kecepatan panjat anak-anak jauh di bawah hasil catatan para atlet panjat tebing yang menghuni pelatnas jangka panjang. Maka, anak-anak perlu dipoles secara lebih matang, hingga catatan mereka bisa menyamai rekan-rekannya di pelatnas," tandas Budi.
(Setyo Wiyono/CN26)

she qodox



Lain-lain

24 Juni 2010 | 17:51 wib
Kejuaraan Wali Kota Surabaya Cup 2010

Lima Atlet PJP Panjat Tebing Prodeg ke Surabaya

image Solo, CyberNews. Lima atlet pelatda jangka panjang (PJP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng yang menjalani latihan desentralisasi di Solo, bakal mengikuti kejuaraan terbuka Wali Kota Surabaya Cup 2010, Sabtu-Rabu (26-30/6).
Mereka adalah Bimo Prakoso, Indah Wati, M Marsudin, Murwadi dan Susanti Arfiah. Seorang lainnya yang berstatus sebagai atlet sparing partner, Eko Prihantoro, juga turut adu ketangguhan di ajang tersebut.
''Keikutsertaan mereka pada kejuaraan di Surabaya lebih tertuju untuk menjalani evaluasi melalui program promosi-degradasi (prodeg) sesuai ketentuan FPTI Jateng,'' kata asisten pelatih PJP panjat tebing Mahfudz Fauzan Effendi, Kamis (24/6).
Menurutnya, Bimo, Indah dan Marsudin akan menguji kekuatan dirnya di nomor lead dan boulder. Murwadi rencananya turun di nomor speed dan boulder, sedangkan Susanti akan berlomba di nomor lead. Ajang terbuka itu sendiri akan memperlombakan lead, speed dan boulder untuk kategori umum dan yunior.
Sebenarnya ada sembilan atlet yang tercatat sebagai atlet desentralisasi di Solo. Namun empat atlet lainnya hampir pasti absen dalam mengikuti prodeg lewat kejuaraan Wali Kota Surabaya Cup. Yasin Tanaka dan Suci Wulandari absen karena pada waktu bersamaan menyesaikan ujian semester. Lalu, Harini tengah hamil.
''Sedangkan Chandra Eko W kemungkinan besar juga tidak ikut, karena cukup lama tidak ikut bergabung latihan pada desentralisasi di Manahan,'' ungkap Mahfud.
(Setyo Wiyono/CN26)

she qodox

Marsudin Raih Medali Emas & Perunggu

Senin, 11/01/2010 11:00 WIB - tqu

SOLO—Atlet Panjat Tebing Solo, Marsudin berhasil membawa pulang medali emas dan perunggu dalam nomor lead umum putra dan lead pelajar putra pada kejuaraan Panjat Dinding SANS MAPALA STASIA yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Kamis-Minggu (7-10/1).
Medali emas diraih Marsudin melalui nomor lead umum putra. Cuaca menjadi kendala utama dalam kejuaraan panjat dinding ini. Karena hujan yang tidak kunjung berhenti, di nomor lead umum putra diputuskan untuk meniadakan babak superfinal, dan membagi hadiahnya kepada tiga finalis secara merata. Sehingga, Marsudin dan dua orang lawannya, Angga Wirawan dari Jakarta Barat dan Averius dari Cianjur mendapatkan gelar juara satu bersama.
Persiangan yang ketat harus dilewati Marsudin untuk bisa mengalungi medali perunggu dari nomor lead pelajar putra. Pada nomor ini Marsudin juga harus melewati babak superfinal dan ia gagal mencetak waktu tercepat untuk meraih medali emas. “Itu pun rentang waktu akhirnya cuma beberapa detik saja,” ujar Masrudin.
Meratanya kekuatan para peserta dari seluruh daerah yang mengikuti kejuaraan ini membuat Masrudin menjadi satu-satunya wakil Solo yang berhasil membawa pulang medali. “Saya ikut dua nomor, dan hasilnya saya juara tiga di nomor lead pelajar putra dan juara satu bersama di nomor lead umum,” tutur Masrudin. (tqu)
 


Olahraga

02 Maret 2010

Panjat Tebing Solo Berkibar

SOLO - Atlet-atlet panjat tebing Solo berkibar di Purwokerto. Mereka menguasai ajang adu ketangguhan bertajuk Faktapala Climbing Competition se-Jawa yang digelar di STAIN Purwokerto, Sabtu-Minggu (27-28/2).

Dua medali emas, dua perak dan satu perunggu dari lima nomor yang dilombakan, digenggam para pemanjat tebing Kota Bengawan. M Marsudin (asal klub Masenca ISI Solo) dan M Sofyan (FPTI Solo) menyabet emas dari nomor lead umum dan lead pelajar putra.

Dua perak direbut Indahwati (Metala Solo) dari nomor lead umum dan speed umum putri. Sedangkan perunggu diraih Anang Hartono (Arcapada Unisri Solo) di nomor speed umum putra. Hanya dua atlet yang pulang dengan tangan hampa, yakni Alfian M Fahzry dan Dimas Putra.

”Raihan ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan, mengingat pertarungan pada kejuaraan terbuka itu sangat ketat,” kata ofisial atlet Kota Bengawan, Tavee Askar, Senin (1/3).
Dua Medali Atlet tuan rumah meraih dua medali. Yakni satu emas nomor lead umum putri atas nama Setya Saptarina (SMAN 3 Purwokerto) dan satu perak (Panji Asmoro dari SMAN 3 Purwokerto).

Hasil lebih rinci yang dicatat panitia, medali perak lead umum putra diraih Teguh Umum (FPTI Blora) dan perunggu Bayu Seto (Pantarhey Yogyakarta). Medali perunggu lead umum putri direbut Vita Ery (Madawirna Yogyakarta) dan perunggu lead pelajar putra digenggam Abdul Latif (SMP Taman Siswa).

Lalu, emas dan perak speed umum putra disabet Kiki (FPTI Banjarnegara) dan Ismu Nugroho (FPTI Yogyakarta). Sedangkan emas speed umum putri digaet Muji Mulyani (FPTI DKI Jakarta) dan perunggu oleh Ningrum Ismawati (FPTI Yogyakarta).

Pelatih Pengkot FPTI Solo Mahfud Fauzan Efendi menambahkan, capaian hasil para atlet Kota Bengawan tersebut bisa menjadi pemacu untuk meningkatkan prestasi pada event-event lain yang lebih besar.

”Tentu saja para atlet harus berlatih lebih keras guna terus meningkatkan performa mereka,” ujarnya.(D11-83)
14 Maret 2010 | 22:41 wib
Kejurnas Unkrida Jakarta

Marsudin Raih Emas Panjat Tebing

image
Solo, CyberNews. Atlet panjat tebing Solo, M Marsudin "Kodok" terus menunjukkan peningkatan performanya. Atlet yang memperkuat tim Kota Bengawan pada Porprov Jateng 2009 lalu itu, merebut medali emas nomor lead umum putra pada kejurnas Unkrida Jakarta, Rabu-Jumat (10-12/3). Dia membawa bendera klub Cartenz dalam ajang tersebut.
"Marsudin mampu menunjukkan ketangguhannya dalam persaingan ketat menghadapi atlet-atlet eks-PON Kaltim 2008 dari DKI Jakarta. Performanya memang sedang meningkat. Kami harap prestasinya terus berlanjut, hingga menjalani pelatda desentralisasi Jateng," kata pelatih Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo, Mahfud Fauzan Effendi, Minggu (14/3).
Selepas adu ketangguhan di papan panjat Unkrida, Marsudin bersama atlet pelajar Solo M Sofyan langsung mengikuti lomba panjat tebing khusus boulder tingkat nasional di Jakarta Convention Center (JCC), diteruskan kompetisi nasional di Universitas Tarumanegara Jakarta. Setelah itu, dia dijadwalkan mengikuti ajang serupa di Denpasar Bali.
Pada kejurnas di Unkrida, Marsudin memegang skor tertinggi nomor lead di atas Andrico dan Riki Kiswani (keduanya dari FPTI DKI Jakarta) yang berada di peringkat kedua dan ketiga.
(Setyo Wiyono/CN14)

seni memanjat

seni memanjat dinding dan tebing

 memanjat dinding atau tebing yang sebenarnya bukan hanya mengandalkan kekuatan saja yang dikebanyakan orang tahu tetapi untuk menjadi pemanjat sejati dan benar-benar menjadi juara itu ada banyak sekali yang harus dipelajari mulai dari tekhnik dasar, tekhnik, dan mental.